Lomba Gobak Sodor Warnai Kompetisi Permainan Tradisional Dies Natalis ke-46 Untidar Magelang

Lomba Gobak Sodor Warnai Kompetisi Permainan Tradisional Dies Natalis ke-46 Untidar Magelang

GOBAK SODOR. Mahasiswa dari berbagai universitas memeriahkan lomba Gobak Sodor yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-46 Untidar Magelang-IST-MAGELANG EKSPRES

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Lomba Paduan Suara, Gobak Sodor, dan Esai Ilmiah mewarnai Gebyar Kemahasiswaan Dies Natalis ke-46 Universitas Tidar (Untidar) Magelang.

Tidak hanya mahasiswa Untidar, kompetisi itu juga dihadiri mahasiswa asal universitas lain.

Person in Charge (PIC) Lomba Gobak Sodor, Faiz Listyanda, menjelaskan bahwa Gobak Sodor bertujuan untuk melestarikan kebudayaan Indonesia melalui permainan tradisional yang masih eksis.

BACA JUGA:Dies Natalis ke-46 Untidar Magelang Begitu Spesial, Sederet Mitra Terima Penganugerahan Termasuk Insan Pers

"Kami bisa melestarikan budaya Indonesia. Permainan tradisional Gobak Sodor sejalan dengan visi Untidar yang menekankan pada kewirausahaan dan kebudayaan,” ujar Faiz.

Untidar juga menyelenggarakan kompetisi esai yang mengangkat tema ‘Kesehatan Mental’.

Lomba ini diikuti oleh 203 peserta dari berbagai universitas di Indonesia, yang mencakup pulau Sumatera hingga Papua.

BACA JUGA:Berbagai Lomba Meriahkan Dies Natalis ke 9 SMK Syubbanul Wathon Secang

Penanggung jawab lomba esai, Suamanda Ika Novitasari menyebut, tema kesehatan mental dibahas karena banyaknya fenomena kasus berkaitan dengan kesehatan mental yang dialami mahasiswa saat ini.

“Dengan tema ini, diharapkan mahasiswa-mahasiswa yang berpartisipasi dalam kompetisi esai ini dapat memperoleh sudut pandang yang lebih luas mengenai kesehatan mental, baik untuk diri mereka sendiri maupun orang lain,” katanya.

Suamanda menambahkan, semua finalis yang terlibat pada dasarnya menyajikan esai yang menarik dengan presentasi yang relevan serta mampu menangani isu kesehatan mental yang ada sekarang.

BACA JUGA:Lewat Dies Natalis, Kementan Bangkitkan Kreativitas Pemuda untuk Pertanian

Sedangkan kompetisi ketiga yakni Paduan Suara, juga tak kalah menambah kemeriahan Gebyar Kemahasiswaan 2025.

Lomba ini diikuti oleh 5 tim paduan suara unggulan yang berhasil maju ke babak final.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait