Gunung Merapi Erupsi, Kunjungan Wisatawan Ketep Pass Magelang Justru Membeludak

Gunung Merapi Erupsi, Kunjungan Wisatawan Ketep Pass Magelang Justru Membeludak

Pemandangan aktivitas erupsi Gunung Merapi yang justru memikat tingginya kunjungan wisatawan dari kawasan objek wisata Ketep Pass, Kabupaten Magelang, Kamis (2/7/2026).-IST-MAGELANG EKSPRES

SAWANGAN, MAGELANGEKSPRES.ID - Peningkatan aktivitas erupsi Gunung Merapi justru memicu lonjakan angka kunjungan wisatawan ke objek wisata Ketep Pass di Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, selama masa libur sekolah.

Rasa penasaran masyarakat untuk menyaksikan fenomena alam erupsi dari jarak yang aman menjadi faktor pendorong utama tingginya antusiasme pelancong pada Kamis (2/7/2026).

Kepala Bagian Pemasaran dan Promosi Ketep Pass Edward Alfian mengungkapkan, tingkat kunjungan wisatawan melonjak signifikan sejak awal masa liburan.

BACA JUGA:Tembus Target, Kunjungan Wisata Ketep Pass Magelang Meledak Selama Libur Lebaran

Pada hari biasa, jumlah pelancong hanya berkisar 200 hingga 300 orang per hari, namun kini meningkat menjadi 500 orang per hari, bahkan menembus lebih dari 2.000 pengunjung pada akhir pekan.

"Kami sudah menyiapkan jauh-jauh hari. Seluruh Pokdarwis (kelompok sadar wisata) yang ada di kawasan Ketep kami gerakkan bersama-sama. Sebelum libur sekolah, semua fasilitas kami siapkan dan kami perbarui," kata Edward.

Selain kesiapan fasilitas pelengkap, harga tiket masuk yang terjangkau, yakni Rp10.000 hingga Rp12.000, membuat Ketep Pass tetap diandalkan sebagai destinasi favorit keluarga dari berbagai kalangan.

BACA JUGA:Hujan Disertai Angin Terjang Ketep Pass, Cuaca di Kabupaten Magelang Masih Belum Stabil

Pengelola juga secara khusus membekali para pelaku wisata di sekitar kawasan agar mampu memberikan pelayanan prima bagi pengunjung.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang M Mansyur Wachdani mengingatkan wisatawan agar tidak coba-coba memasuki kawasan rawan bencana.

"Jangan beraktivitas di dalam zona potensi bahaya. Tetap waspada terhadap awan panas guguran dan lahar dingin, terutama saat hujan turun di sekitar puncak Merapi," tutur Mansyur.

BACA JUGA:Ketakutan Simpan 1,5 Kg Tembakau Sintetis, Pria di Magelang Pilih Serahkan Diri

Peringatan serupa juga ditekankan Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso. Ia menyatakan, aktivitas pendakian Gunung Merapi saat ini resmi ditutup.

Meskipun, Merapi kini berada dalam fase erupsi efusif yang ditandai dengan keluarnya magma secara perlahan, ancaman erupsi eksplosif akibat penyumbatan saluran magma masih terus mengintai.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait