Update Dugaan Keracunan MBG di Candimulyo Magelang, 24 Siswa Dirawat

Update Dugaan Keracunan MBG di Candimulyo Magelang, 24 Siswa Dirawat

Siswa SMP Negeri 3 Candimulyo, Kabupaten Magelang, sempat menjalani perawatan di RSUD Merah Putih akibat dugaan keracunan makanan dari Program Makan Bergizi Gratis, Jumat, 7 Agustus 2026.-HENI AGUSNINGTYAS-MAGELANG EKSPRES

CANDIMULYO, MAGELANGEKSPRES.ID - Sebanyak 24 siswa SMP Negeri 3 Candimulyo, Kabupaten Magelang, sempat menjalani perawatan medis di RSUD Merah Putih usai menyantap hidangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Saat ini, sampel makanan tersebut tengah diuji di laboratorium untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan.

Kepala Bidang Penunjang RSUD Merah Putih Magelang, drg Rurit Obyantoro MARS menjelaskan, puluhan pasien pelajar itu terdiri atas 8 siswa laki-laki dan 16 perempuan.

BACA JUGA:Di Magelang, Anggota DPR Vita Minta BPOM Berperan Awasi Dapur MBG dari Bahan Baku hingga Makanannya

Sebagian besar dari mereka telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan.

“Dari total pasien yang ditangani, 22 pasien sudah diperbolehkan pulang atau menjalani rawat jalan dan dua pasien masih dalam observasi. Tidak ada pasien yang menjalani rawat inap,” kata Rurit, Jumat, 7 Agustus 2026 malam.

Menurut dia, seluruh pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan serupa, yakni mual, perih pada perut, muntah, serta pusing.

BACA JUGA:Siswa SMPN 3 Candimulyo Magelang Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis

Guna menelusuri dugaan keracunan tersebut, pihak rumah sakit telah mengambil sampel makanan untuk menjalani pemeriksaan kultur di laboratorium.

Sementara itu, Sekretaris Satuan Tugas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG Kabupaten Magelang Agung Purwadi menyatakan, pemerintah daerah saat ini memprioritaskan pemulihan kondisi para siswa.

Pihaknya juga masih menunggu hasil uji klinis sebelum menyimpulkan akar persoalan.

“Yang penting saat ini penanganan korbannya lebih dulu. Untuk penyebabnya, apakah benar berasal dari makanan atau tidak, masih menunggu proses pemeriksaan,” ujarnya.

BACA JUGA:Warga Wonogiri Magelang Tuntut Kades Diproses Hukum Terkait Dana Desa

Agung menambahkan, pendataan keseluruhan jumlah siswa yang terdampak beserta langkah penanganan medis saat ini terus dipantau secara langsung oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang di lapangan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait