Orang yang Bakhilnya Kelewatan

Kamis 30-10-2025,05:00 WIB
Reporter : Abu Hammam
Editor : Suroso

BACA JUGA:Kisah Kedermawanan Salafus Saleh yang Patut Diteladani

Nabi 'Alaihis-shalatu wassalam menyebutkan bahwa

shadaqah itu bukti, bukti keimanan.

Karena orang berani mengeluarkan duit, karena dia percaya.

Kita lihat orang-orang yang investasi, kenapa dia investasi? Bahkan enggak sedikit; miliaran, ratusan miliar! Karena dia percaya ini menjanjikan. Begitu pula dengan shadaqah.

Maka orang yang bakhil, merasa cukup, kemudian dia mendustakan dengan yang indah, ucapan-ucapan yang indah, ucapan yang benar, maka kata Allah,

{ فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلْعُسْرَىٰ ۞ }

"Maka Kami akan memudahkan dia menuju kesengsaraan." (QS. Al-Lail: 10)

Orang-orang seperti ini maka akan sulit untuk  melaksanakan ketaatan. Mau shalat malam, sulit. Mau puasa sunah, berat. Mau berangkat haji, banyak urusan. Ada banyak alasan. Orang seperti ini memang sudah ditetapkan di neraka.

Allah berkata,

{ وَمَا يُغْنِى عَنْهُ مَالُهُۥٓ إِذَا تَرَدَّىٰٓ ۞ }

"Kalau mati apa gunanya itu duit, yang dia bakhil dengannya?" Enggak manfaat apa-apa! (QS. Al-Lail: 11)

Maka Allah katakan,

{ تَبَّتْ يَدَآ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّ ۞ مَآ اَغْنٰى عَنْهُ مَالُهٗ وَمَا كَسَبَ ۞ }
{ مَآ اَغْنٰى عَنْهُ مَالُهٗ وَمَا كَسَبَۗ ۞ } (QS. Al-Lahab: 1-2)

Tidak berguna buat Abu Lahab, hartanya. Orang kaya raya Abu Lahab ini, dia punya usaha. Tidak ada manfaatnya.

BACA JUGA:Hukum Shalat Witir dan Dibolehkan Mengqadha’nya

Maka hendaklah kita bercermin, setelah mendengarkan hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam dan ayat ini.
 Kalau kita mau berbagi, bertakwa, percaya dengan adanya hari akhir, adanya surga, dengan janji-janji Allah, maka Allah akan mudahkan kita untuk menuju surga Allah 'Azza wa Jalla. Kita akan mudah  beribadah, mudah melakukan ketaatan. (*)

*) Kajian Ustadz Syafiq Riza Basalamah

Kategori :