Lima Perkara Ghaib, Kuncinya Dipegang Allah

Kamis 04-12-2025,05:00 WIB
Reporter : Abu Hammam
Editor : Abu Hammam

Makanya kadang kala kita itu lupa sama Allah. Tatkala terjadi kebakaran hutan, tatkala terjadi kekeringan, kemarau panjang, kita lupa bahwa Allah yang menurunkan hujan.

Kita sering mendengarkan perkiraan cuaca. Mereka hanya memperkirakan, belum tentu benar. Allah yang menurunkan hujan, kapan, dimana dan berapa lama semua sesuai kehendakNya. “Oleh karena itu, kita serahkan sama Allah. Perlu air hujan, minta sama Allah!,”  ujar Ustadz Syafiq.

BACA JUGA:Dunia itu hanya Menipu dan Kematian itu Pasti

Perkara Keadaan dalam Rahim

Allah itu yang mengetahui yang di rahim.

Ada banyak kondisi janin. Kalau sekadar tahu itu laki perempuan, sekarang bisa diketahui. Bukan gaib lagi, kelihatan! Tapi, kapan dia akan dilahirkan? Dia bakal keluar dari perut ibunya, hidup atau mati, dokter tidak tahu. “Dokter hanya memperkirakan, tanggal lahirnya sekian. Kalau mau operasi tinggal pilih tanggal, jam sekian bisa ditetapkan tapi apakah dia hidup atau mati, enggak ada yang tahu,” katanya.

Kemudian, orang ini bakal jadi anak saleh atau anak jahat, siapa yang tahu? Orang tuanya tahu? Dokter tahu? Rezekinya dia, dia bakal jadi kaya, jadi miskin, enggak ada yang tahu. Allah yang tahu!

Perkara Yang Dikerjakan Besok

Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan dikerjakannya besok.
Kita tidak tahu, apa yang bakal kita kerjakan besok.

Boleh jadi kita punya janji. Misal, besok mau rapat di Padang, naik pesawat. Ternyata ada berita duka, keluarganya meninggal, akhirnya tidak jadi berangkat.

Perkara Kematian

Tidak ada yang tahu di bumi mana dia mati.

Di bumi  yang jauh, ketika berada di pesawat, lautan, ketika berada di mobil. Siapa yang tahu?! Allah 'Azza wa Jalla yang tahu. “Jadi kalau kita enggak tahu, berarti kita harus siap-siap terus.”

Kata Ustadz Syafiq, kadang kala anak muda berpikir bahwa hidupnya masih lama, masih punya masa depan. Kenyataanya, berapa banyak anak muda yang mati. Seperti pada saat Covid-19, anak muda yang diperkirakan lebih tahan terserang Covid-19, ternyata ada yang mati lebih dulu.“Jadi manusia itu hanya berangan-angan. Besok aku mau berangkat, ada acara. Pekan depan kita udah booking hotel. Tapi engkau harus ingat! Boleh jadi malam ini engkau mati. Enggak ada jaminan engkau hidup sampai besok. Maka kalau seperti itu, jangan panjang-panjang angan-angannya. Pendekin! Bagaimana kalau kita mati besok?! Berarti ana harus siap-siap!” (*)

Kategori :