Sejarah Gedung Mosvia Magelang yang saat ini Difungsikan Sebagai Mako Polres Magelang Kota

Sejarah Gedung Mosvia Magelang yang saat ini Difungsikan Sebagai Mako Polres Magelang Kota

Markas Komando (Mako) Polres Magelang Kota bakal disulap menjadi museum sejarah Mosvia. Foto: istimewa--

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.DISWAY.ID - Gedung Mosvia Magelang yang saat ini difungsikan sebagai Markas Komando (Mako) Polres Magelang Kota bakal disulap menjadi museum sejarah Mosvia. Mengingat bangunan tersebut masuk dalam kategori bangunan cagar budaya (BCB) yang dibangun sekitar tahun 1874 dan mulai difungsikan tahun 1875.

Menurut koordinator Komunitas Kota Toea Magelang (KTM), Bagus Priyana, gedung Polres Magelang Kota awalnya adalah Hoofdenschool atau disebut Principal School/Sekolah Para Pemimpin/Sekolah Para Raja. Dalam perkembangan pemerintahan kolonial di tahun 1870-an, telah tumbuh dan berkembang sekolah-sekolah kejuruan, karena saat itu lebih diperlukan tenaga-tenaga kejuruan.

"Pada tahun 1878, Hoofdenschool dibuka secara serentak di Bandung, Magelang, Probolinggo, dan Tondano. Titik awal pendidikan di Hindia Belanda karena adanya kebijakan pemerintah saat itu, yaitu Politik Etis. Pendidikan modern berkembang dengan banyaknya didirikan sekolah berorientasi barat di Kota Magelang, salah satunya adalah Hoofdenschool ini,” paparnya.

Bagus menuturkan, pendidikan kala itu bertujuan bukan untuk mencerdaskan masyarakat, melainkan guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja rendah yang murah dan terampil. Kota Magelang sendiri termasuk menjadi pusat missie atau zending yang turut berpengaruh terhadap berdirinya sekolah-sekolah berorientasi barat. Kemudian pada tahun 1900, Hoofdenschool mengalami reorganisasi dan diberi nama baru, yakni OSVIA. Di Bandung, sebagian muridnya berasal dari Jawa Barat. OSVIA Magelang, menarik siswa-siswa dari Jawa Tengah, sedangkan OSVIA Probolinggo bagi siswa dari Jawa Timur. 

Masa belajar di sekolah ini, kata Bagus, adalah lima tahun. Namun mulai tahun 1908 masa belajarnya ditambah menjadi tujuh tahun. Pada umumnya murid yang diterima berusia 12-16 tahun. Sedangkan pada tahun 1927, seluruh cabang OSVIA digabungkan menjadi MOSVIA (Middelbare Opleiding School voor Inlandsche Ambtenaren) yang berpusat di Magelang.

"Saya sangat mengapresiasi langkah Kapolres Magelang Kota yang akan mengembalikan fungsi gedung Mako Polres sebagai museum MOSVIA. Langkah ini menegaskan kembali bahwa kawasan Alun-alun Kota Magelang menjadi situs budaya yang kompleks," ungkapnya.(wid)

Sumber: magelang ekspress