Harga Sayur Jatuh, Relawan Prabowo Peduli Petani Borong Sayur Panen Petani, Lalu dibagikan ke Kaum Dhuafa

SAYURAN. Petani di lereng Sumbing saat mengemas hasil panen untuk dijual.-HENI AGUSNINGTYAS-MAGELANG EKSPRES
MAGELANG, MAGELANGEKSPRES – Relawan Prabowo Peduli Petani (RPPP) memborong sayur dari petani di beberapa sentra sayur di Jawa Tengah seperti lereng Gunung Sumbing, Kopeng dan Boyolali.
Mereka melakukan aksi borong sayur untuk meringankan beban para petani yang saat ini tengah mengalami penurunan harga sayur yang mereka tanam.
BACA JUGA:Kelompok PPMT UNIMMA di Wonorejo Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos
Sayur-sayur itu kemudian dibagikan ke para dhuafa baik di wilayah Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
"Tiap hari minimal satu truk (7 ton) sayur dari sentra sayur kami beli dari petani , karena harganya jatuh. Malah ada petani yang membiarkan sayurnya tidak dipanen hingga busuk. Dengan kita beli, semoga sedikit meringankan beban mereka," kata Ketua RPPP, Yudi Samhana.
Saat ini sayuran yang harganya jatuh antara lain: kol (kubis), buncis, caisim, timun, terong, kol putih, sawi sendok dll. Harga sayur-sayur tersebut di tingkat petani hanya Rp1.000-2.000/Kg. Bahkan ada yang gak laku saking membanjirnya panenan.
Sayur-sayur yang dibeli relawan Prabowo ini kemudian dibagi-bagi ke kaum dhuafa, dan ke panti-panti asuhan, baik di Jawa Tengah maupun di Jawa Timur.
BACA JUGA:Kapolres Magelang Terus Ingatkan Warga Larangan Knalpot Brong
Menurut Yudi aksi pembelian sayur yang harganya jatuh ini akan terus dilakukan sampai harga normal.
"Kami juga akan ke Wonosobo-Jateng, karena kami dengar di sana lebih parah lagi jatuh harganya, bahkan hanya jadi makanan ternak, dan juga ke daerah Malang -Jatim. Bismillah semoga Pak Prabowo menjadi presiden agar nanti ada solusi saat harga-harga jatuh," harap Yudi.
Yudi juga berharap dengan program makan siang gratis pada anak-anak sekolah /pesantren nantinya sayur-sayur hasil petani semua terserap pasar.
"Petani sayur saat ini sudah nangis darah, biaya tanam mahal, benih mahal, pupuk mahal, tapi harganya jatuh. Padahal kadang untuk biaya tanam mereka harus meminjam atau kredit," ujar Yudi. (adv/hen)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: magelang ekspres