Partisipasi Pilkada Kota Magelang Turun, Tapi Jadi yang Tertinggi di Jawa Tengah

PARTISIPASI. KPU Kota Magelang usai menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi perolehan suara gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah serta walikota dan wakil walikota Magelang belum lama ini-WIWID ARIF-MAGELANG EKSPRES
MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang buka suara soal penurunan angka partisipasi masyarakat saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) dibandingkan dengan Pileg dan Pilpres.
Untuk diketahui, angka partisipasi pada Pemilu lalu di Kota Magelang sebesar 86 persen, terjun bebas saat Pilkada 27 November menjadi 79 persen.
Ketua KPU Kota Magelang, Misbachul Munir menyebut, penurunan partisipasi ini karena beberapa faktor.
BACA JUGA:RESMI! Paslon Damai Raih 55,4 Persen Kalahkan Petahana di Pilkada Kota Magelang
Namun, salah satu yang paling terasa karena ekosistem Pilpres dan Pilkada jauh berbeda.
Komparasi cukup signifikan saat partisipasi Pilkada 2024 dengan Pilkada 2020 yang mengalami kenaikan sekitar 2 persen.
BACA JUGA:KPU Kota Magelang Mulai Distribusikan Logistik Pilkada 2024
Anomali penurunan partisipasi masyarakat saat Pilkada dibandingkan dengan Pemilu memang tidak saja terjadi di Kota Magelang.
Di daerah eks-Karesidenan Kedu, juga merasakan hal serupa.
Namun demikian di Kota Magelang masih lebih tinggi dibanding rata-rata nasional pada Pilkada serentak tahun ini sebesar 68 persen.
BACA JUGA:Paslon Damai Temukan Banyak Kejanggalan Argumentasi Kubu Lawan Saat Debat Pilkada Kota Magelang
Kota Magelang masih di urutan teratas dibandingkan kota lain di Jawa Tengah seperti Kota Tegal yang hanya 65 persen, Kota Surakarta 73 persen, dan Pekalongan 76 persen.
Hanya kalah dari Kota Salatiga yang mencatatkan partisipasi sebesar 80 persen.
Kendati begitu, Munir tetap memberikan apresiasi kepada seluruh pihak karena pelaksanaan Pilkada di Kota Magelang berjalan lancar tanpa satupun kendala berarti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: magelang ekspres