Pembiayaan/kredit tersebut disalurkan kepada pelaku UMKM individu/perseorangan, badan usaha dan/atau kelompok usaha yang memiliki usaha produktif dan feasible namun belum bankable.
Usaha yang feasible (layak) adalah usaha yang menguntungkan atau memberikan laba sehingga mampu membayar bunga dan mengembalikan seluruh hutang/ kewajiban pokok pembiayaan dalam jangka waktu yang disepakati antara Bank/LKBB Penyalur KUR dengan pelaku UMKM (debitur).
Sedangkan usaha yang belum bankable adalah jenis usaha produktif yang tergolong dalam Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang belum dapat memenuhi persyaratan perkreditan atau pembiayaan dari Bank/LKBB.
BACA JUGA:Limit Mulai 10 Juta Sampai 500 Juta. Ketahui Persyaratan dan Kriteria Mengajukan KUR di Bank Mandiri
Besaran Modal yang Dapat Diajukan
Besaran modal yang dapat Anda ajukan tergantung dari jenis usaha Anda dan aturan bank pelaksana. Sebagai acuan, ini besaran modal yang bisa Anda dapatkan dari KUR Bank BRI :
1. KUR Mikro BRI
KUR ini diperuntukkan bagi pelaku usaha berskala mikro. Besaran modal yang dapat diajukan maksimal Rp50 juta. Maksimal masa pinjam 3 tahun untuk Kredit Modal Kerja (KMK) dan maksimal 5 tahun untuk Kredit Investasi.
2. KUR Kecil BRI
Untuk usaha skala kecil dan menengah, BRI dapat memberian pinjaman modal mulai dari Rp 50 juta hingga maksimal Rp 500 juta.
Maksimal masa pinjam 4 tahun untuk Kredit Modal Kerja (KMK) dan maksimal 5 tahun untuk Kredit Investasi.
3. KUR TKI BRI
Berbeda dengan dua jenis KUR lainnya, KUR TKI ini diperuntukkan kepada calon TKI (Tenaga Kerja Indonesia) sebagai biaya keberangkatan.
Adapun penempatan TKI yakni di Singapura, Hong Kong, Taiwan, Brunei, Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia.
Modal yang diberikan pihak Bank BRI untuk KUR TKI ini maksimal Rp 25 juta dengan maksimal masa pinjam 3 tahun atau berdasarkan kontrak kerja.
BACA JUGA:Menko Airlangga: Pemerintah Terus Dorong Pengembangan Program Kredit Usaha Rayat untuk Membantu UMKM