Melawan Propoganda Setan, “Jujur Ora Ajur”

Selasa 30-09-2025,05:00 WIB
Reporter : Abu Hammam
Editor : Suroso

Diriwayatkan dari sahabat Zubair bin Al-‘Awwam radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَأَنْ يَأْخُذَ أَحَدُكُمْ حَبْلَهُ فَيَأْتِيَ بِحُزْمَةِ الْحَطَبِ عَلَى ظَهْرِهِ فَيَبِيعَهَا فَيَكُفَّ اللَّهُ بِهَا وَجْهَهُ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ النَّاسَ أَعْطَوْهُ أَوْ مَنَعُوهُ

“Sungguh salah seorang dari kalian yang mengambil talinya, dia mencari seikat kayu bakar dan dibawa dengan punggungnya, kemudian dia menjualnya, lalu Allah mencukupkannya dengan (menjual) kayu bakar itu, maka itu lebih baik baginya daripada dia meminta-minta kepada manusia, baik manusia itu memberinya atau menolaknya.” (HR. Bukhari no. 1471)

Hadis ini mengandung motivasi untuk bekerja dan mencari penghasilan, dan tidak suka meminta-minta (mengemis) kepada sesama manusia. Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk kreatif berusaha dan tidak malas.

Banyak usaha dengan cara halal yang bisa dikerjakan. Jangan terjebak dengan usaha dengan cara haram. Usaha dengan cara halal saja lebih banyak, mengapa memilih cara haram yang justru dimurkai Allah Ta’ala.

BACA JUGA:Syubhat dan Syahwat, Penghalang Istiqamah yang Datangnya dari Setan

4.Perasaan Tidak Enak (Rikuh)

Perasaan tidak enak (rikuh) dengan teman di kantor bisa menyebabkan kita terjebak dengan kesalahan.

Nantinya bisa muncul korupsi berjamaah karena rikuh dengan teman kantor, takut dengan bos. Juga rikuh dengan saudara, keluarga dan orang-orang yang mempengaruhi kita.

Maka muslim yang baik harus memegang prinsip. Islam mengajarkan kita untuk memegang prinsip. Diibaratkan seperti mutiara, walaupun ditaruh di tempat yang busuk, di lumpur kotor tapi tetap mutiara.

Melawan Propaganda Setan

Cara yang harus kita lakukan adalah dengan melawan propaganda setan, diantaranya yang menyebutkan “jujur ajur”. Yakni dengan membuat propaganda tandingan yang menyatakan bahwa jujur ora ajur, jujur makmur, jujur mujur, ora jujur ajur dan propaganda lainnya. Semua propaganda itu untuk menandingi dan melawan propaganda setan.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kalian bersama orang-orang yang jujur.” (QS. At-Taubah: 119)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah memerintahkan kepada orang-orang beriman agar bertakwa kepada-Nya dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya, dan senantiasa jujur dalam janji, perkataan, dan perbuatan mereka. Hendaklah kita Bersama orang-orang jujur. Kalau ada orang yang jujur harus kita dukung.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا
وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ
وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا

“Hendaklah kamu semua bersikap jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke sorga. Seseorang yang selalu jujur dan mencari kejujuran akan ditulis oleh Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah sifat bohong, karena kebohongan membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa ke neraka.Orang yang selalu berbohong dan mencari-cari kebohongan akan ditulis oleh Allah sebagai pembohong” (HR. Muslim).

Kategori :