Yang laknya itu, masyaaAllah, wangi.. dari misk.
{ .. وَفِى ذَٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ ٱلْمُتَنَٰفِسُونَ ۞ }"Untuk yang seperti itulah, seharusnya orang-orang berlomba."(QS. Al-Muthaffifiin: 26)
BACA JUGA:Buah Manis dari Amalan Ikhlas
Berlomba-lomba untuk Urusan Akhirat
Kalau sekadar dapat medali emas, dapat duit, semuanya akan ditinggal. Semua orang bakal mati ini maka bakal ditinggalkan semuanya. Seorang pahlawan pun, akan ditinggal oleh bangsanya. Ditaruh di kuburan, mungkin makamnya makam pahlawan, tapi akan ditinggal!
Maka kalau mau berjuang, berjuanglah untuk menjadi yang terbaik, mendapatkan surga Allah 'Azza wa Jalla!
Nabi 'Alaihis-shalatu wasallam mengatakan,
❲ إِذَا سَأَلْتُمُ اللهَ الجَنَّةَ ❳"Kalau kalian mau meminta kepada Allah surga,"
❲ فَسَلُوهُ الفِرْدَوْسَ الْأَعْلَى ❳"Mintalah surga Firdaus tertinggi itu."
Cuma kadang kala, jiwa kita untuk berlomba-lomba menuju akhirat ini ‘low’. Misalkan shalat malam di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, seharusnya berlomba-lomba, bukan malah orang berlomba-lomba berjualan di pasar.
BACA JUGA:Semakin Jauh Berjalan ke Masjid, Semakin Banyak Pahalanya
Seharusnya shalat kita lama-lamaan karena hitungan pahala itu sesuai dengan kelelahan dan nafkah yang kita keluarkan. Tapi yang terjadi malah sebagian shalatnya cepat-cepatan. Kalau ada sebagian masjid kalau imamnya lama, justra tidak mau lagi shalat di sana. (*)
*) Kajian Ustadz Syafiq Riza Basalamah