Amalan Abadi

Amalan Abadi

Amalan abadi atau amal jariyah adalah amal yang pahalanya terus mengalir walaupun orang yang beramal sudah mati.--

Kalau kita tidak bisa mengamalkan semuanya maka jangan tinggalkan. Pilihkan diantara amalan tersebut yang mampu kita kerjakan.

Maka diperlukan trik tertentu untuk menentukan amalan agar kita bisa mempunyai amalan yang pahalanya tidak terputus walaupun kita sudah mati.

Contoh misalnya kita ingin mewakafkan mushaf Al Qur’an maka pilihlah sekolah yang mendidik para penghafal Al Qur’an sehingga mushaf yang kita wakafkan akan terus dimanfaatkan oleh mereka. Saat ini banyak wakaf Al Qur’an yang hanya ditumpuk di masjid-masjid.

Di taruh di rak atau lemari. Mungkin hanya setahun sekali dibaca, yakni bulan Ramadhan. Kalau mushaf yang kita wakafkan tidak dimanfaatkan dan hanya dipajang di rak atau lemari maka pahalanya tidak mengalir para orang yang wakaf.

Maka pilihlah sekolah, lembaga atau masjid yang memang membutuhkan Al Qur’an.

Contoh lain, misalnya kita tidak mampu membangun masjid tapi kita bisa ikut berkontribusi di dalamnya. Kalau kita mempunyai tanah bisa mewakafkannya untuk masjid.

BACA JUGA:Jatah untuk Sohibul Qurban, Menurut Penjelasan Ustadz Ammi Nur Baits

Atau kalau kita memiliki harta maka bisa ikut menyumbangkan untuk pembangunan masjid.

Saat ini, yang dibutuhkan masyarakat adalah rumah singgah bagi pasien atau keluarga pasien yang dirawat di rumah sakit.

Kalau misalnya, ada pasien yang harus wira-wiri harus control ke rumah sakit karena rumahnya jauh maka keberadaan rumah singgah seperti ini sangat bermanfaat.

Dan masih banyak amal-amal yang kita lakukan agar pahalanya tidak putus walaupun kita sudah mati. (*)

*Dirangkum dari kajian Ustadz Ammi Nur Baits di Magelang

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: