Lomba Mancing HUT Temanggung ke-188, Jaga Ekosistem Kali Progo

Lomba Mancing HUT Temanggung ke-188, Jaga Ekosistem Kali Progo

LOMBA. Sejumlah peserta mengikuti lomba memancing dalam rangka HUT Temanggung di Kaliprogo, Minggu (20/11).(foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)--Magelangekspres.com

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.DISWAY.ID - Momen hari jadi Temanggung ke-188 menjadi salah satu momen untuk mengembalikan ekosistem di Kali Progo Temanggung, dengan harapan kedepan ekosistem di sepanjang Kali Progo ini tetap terjaga dengan baik.

Harapan tersebut disampaikan oleh Bupati Temanggung M Al Khadziq saat membuka lomba mancing di Kali Progo Temanggung, Minggu 20 November 2022.

Lomba Lomba Mancing Bupati Cup 'Sungaiku Rumahku' diikuti ribuan mancing mania dari Temanggung, Magelang, Wonosobo dan Yogyakarta.

"Mancing mania di Temanggung ternyata tidak hanya memanfaatkan aliran sungai untuk mengail ikan, namun mereka juga menebar benih ikan untuk menjaga dan melestarikan alam dan ekosistem di sungai Progo ini," kata Bupati.

Ia mengatakan, kepedulian mancing mania terhadap keberlangsungan ekosistem air tawar ini patut dicontoh, sehingga kedepan tidak ada lagi masyarakat yang memancing ikan dengan cara yang salah.

"Saling menjaga dan mengingatkan, jangan sampai ekosistem air ini menjadi rusak hanya karena cara mencari ikan yang salah, karena tidak hanya ikannya saja yang mati tapi alam juga ikut rusak," katanya.

Bupati mengatakan, mancing Mania Temanggung selama ini telah memberikan kontribusi positif menjaga lingkungan Temanggung, bahkan tahun lalu mendapat penghargaan Masjchun Sofwan Awards, karena memang keterlibatannya dalam menjaga lingkungan di sekitar sungai di Temanggung memang paling baik. Teruskan menjaga lingkungan.

"Prestasi in harus terus dijaga, dan harus terus ditularkan kepada generasi penerus, sehingga alam kita ini tetap terjaga dengan baik," harapnya.
Pada kesempatan itu Bupati bersama Sekda Hary Agung Prabowo, Wakil Ketua DPRD Tunggul Purnomo sejumlah kepala perangkat daerah dan lain-lain turut menebar benih ikan sidat di alur Sungai Progo. Selain itu secara simbolis melepas joran tanda perlombaan dimulai.

Ketua Umum Mancing Mania Nusantara Saha Santi menuturkan, lomba mancing ini memang untuk mewadahi para mancing mania, sekaligus menjaga alam agar tetap lestari. Kondisi sungai di Temanggung sendiri sejauh ini masih bagus spot-spot memancingnya, dengan jenis ikan beong, uceng, melem, lele, sidat dan lain-lain.

Ketua Komunitas Pemancing Sidat Nasional (Sidat Jateng-DIY) Adam menuturkan, lomba mancing kali ini dirasa sangat istimewa, karena didukung pecinta mancing se-Jateng dan DIY. Adapun untuk lomba mancing ikan sidat juaranya ditentukan dari hasil pancingan terberat.

"Ikan sidat itu sangat istimewa selain rasanya enak, juga membantu memperbesar mata air, jadi dengan kata lain ikut membantu manusia menjaga kelestarian alam, tidak mau hidup di air tercemar. Kalau kita mau ada event ya harus menebar benihnya, kita coba mengembalikan lagi ke alam. Kalau untuk lombanya tadi ada yang terberat itu ikan sidat hasil pancingnya 3,9 kilogram," terangnya. (set)

Sumber: magelangekspres.com