Kesadaran ODF Warga Kota Wonosobo Masih Rendah, Cek Pemicunya

Kesadaran ODF Warga Kota Wonosobo Masih Rendah, Cek Pemicunya

ODF. Pemerintah Kecamatan Wonosobo menggelar percepatan Deklarasi ODF (Open Defecation Free) atau stop buang air besar sembarang.(foto : Agus Supriyadi/Wonosobo ekspres)--Magelangekspres.com

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.DISWAY.ID- Pemerintah Kecamatan Wonosobo menggelar percepatan Deklarasi ODF (Open Defecation Free) atau stop buang air besar sembarang. Kegiatan digelar di aula kelurahan Kramatan kemarin. BABS warga di Kecamatan Wonosobo masih cukup tinggi.

“Masyarakat diajak, program ini harus kita sukseskan, jangan sampai beranggapan ini program pemerintah, sehingga partisipasi dan peran dari masyarakat rendah,” ungkap Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, saat hadir pada acara Percepatan Air Besar Sembarangan di Kecamatan Wonosobo di aula Kelurahan Kramatan Kecamatan Wonosobo (21/11).

Menurutnya, komitmen tersebut dilatarbelakangi oleh masih rendahnya capaian ODF di Kabupaten Wonosobo dan Kecamatan Wonosobo khususnya. Secara umum disebabkan beberapa faktor seperti, ekonomi keluarga tidak mampu, kontur tanah yang labil, perilaku masyarakat yang belum aware dengan buang air besar sembarangan yang sebenarnya menjadi salah satu faktor kesehatan masyarakat dan ketergantungan masyarakat dengan anggaran dari pemerintah.

“Saya menginginkan permasalahan ini segera diselesaikan, camat duduk bersama dengan kades dan lurah, untuk membahas bagaimana menguraikan masalah yang dihadapi terkait masih banyaknya masyarakat yang buang air besar sembarangan, belum memiliki kepedulian terhadap sanitasi dan lingkungannya, khususnya terkait dengan implementasi ODF ,” tandasnya.

Menurutnya, kecamatan kota harus lebih dulu mendapatkan perhatian khusus, agar dapat dicontoh kecamatan dan desa/kelurahan yang lain. Kalau nanti desa dan kelurahan sudah ODF, maka akan memotivasi kecamatan-kecamatan lain yang ada di Wonosobo, karena ini bagian dari upaya penanganan kemiskinan.

“Kecamatan kota harus mendapatkan perhatian serius dan khusus, agar supaya langkah-langkah yang sudah dilakukan Kecamatan Wonosobo ke depan dapat dijadikan contoh bagi Kecamatan atau Desa lain,” ucapnya.

Banyaknya penyakit yang muncul dikarenakan perilaku hidup yang tidak sehat. Karena banyak muncul penyakit di Indonesia, juga termasuk Kabupaten Wonosobo salah satu penyebabnya adalah perilaku hidup kita yang tidak bersih.

“Saya ingin nanti setiap kecamatan satu kelurahan, satu desa 15 kecamatan. Saya ingin ambil sampel 15 nanti untuk dasar dalam rangka kita mengambil sebuah kebijakan. Mudah-mudahan spiritnya Kramatan, Wonolelo dan desa yang lain, nanti jadi motivasi untuk bapak ibu bagaimana mewujudkan di wilayahnya agar bisa ODF,” pungkasnya. (gus)

Sumber: magelangekspres.com