Konsolidasi ke Bawah, Karding Sebut PKB dan NU Sulit Dipisahkan

Konsolidasi ke Bawah, Karding Sebut PKB dan NU Sulit Dipisahkan

TANGGAPAN. Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Abdul Kadir Karding, memberikan tenggapan saat mengunjungi kompleks Ponpes Al Faham Baledono Purworejo, kemarin.(foto : Eko Sutopo/Purworejo Ekspres)--Magelangekspres.com

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.DISWAY.ID - Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Abdul Kadir Karding melakukan konsolidasi ke sejumlah pengurus PKB dan NU di Kabupaten Purworejo, Minggu 20 November 2022 sore.
Konsolidasi ke bawah ini dilakukan Karding untuk memanaskan mesin partai jelang kontestasi politik pada tahun 2024 mendatang.

Saat dikonfirmasi, Karding menyebut ada dua agenda di Purworejo kali ini. Pertama menghadiri pelatihan pembuatan pakan hijau dan pengelolaan limbah, seperti Kompos dan sebagainya dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional).

Kedua melakukan konsolidasi ke beberapa pengurus PKB dan NU di Purworejo hingga tingkat kecamatan.

"Selesai acara saya konsolidasi juga, ke PAC (PKB), MWC (NU), dan Banom-banom NU. Hasilnya ya memotivasi, sudah dekat pemilu, harus mulai, mesinnya mulai dipanaskan, supaya teman-teman NU disini bangkit, menyemangati," kata Karding saat ditemui usai menghadiri acara pelatihan dari BRIN, di kompleks Pondok Pesantren Al Faham, Baledono, Purworejo.
Dalam kesempatan itu, mantan Sekjen DPP PKB ini juga menanggapi kabar renggangnya PKB dan NU belakangan ini.

Kabar tersebut mencuat setelah Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Tsaquf mengekuarkan pernyataan bahwa NU harus mengambil jarak dengan semua partai politik termasuk PKB.

Hal itu, memurut Karding sulit untuk dilakukan. Karding menilai bahwa fakta di lapangan PKB sulit dipisahkan dengan NU, termasuk juga di Purworejo.
"Di bawah itu, PKB ya NU, NU ya PKB, iya jadi agak susah. (Fakta di bawah) campur aduk kan, ada Ansor, Banser, ada MWC, ada Ranting, ada PAC, campur aduk itu, kan susah, gimana cara misahinnya, sudah mengakar," ungkapnya.
Pihaknya menilai, pernyataan Gus Yahya tersebut hanya untuk menjaga NU agar tetap proporsional sebagai organisasi masyarakat.

"Ini sebenarnya Ketua PBNU ini ingin membuat proporsional saja, artinya kalau sudah di NU ya sudah di partainya jangan dobel-dobel, mungkin begitu, ini tafsir saya lho ya, takutnya salah. Jangan campur adukkan tapi tujuannya sama, mungkin begitu," jelasnya.

Kendati demikian, menurut Karding hingga saat ini tujuan PKB dan NU tetap sama, yakni menjaga ahlussunah wal jamaah.

"Tapi semangat yang disampaikan Gus Yahya juga semangat pada proporsionalitas saja, supaya tenaga yang banyak ini dibagi di dua tempat, atau tiga tempat, tapi tujuan perjuangannya sama, untuk menjaga ahlussunah wal jamaah," tandasnya. (top)

Sumber: magelangekspres.com