CKG Jateng Tertinggi Nasional, Speling Perkuat Layanan Kesehatan Desa
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meninjau pelaksanaan program Dokter Spesialis Keliling (Speling), Rabu (10/6).-IST -MAGELANG EKSPRES
MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Jawa Tengah mendapat perhatian dari Kementerian Kesehatan.
Dengan jumlah kepesertaan tertinggi secara nasional, Jawa Tengah dinilai berhasil dalam mendorong keterlibatan masyarakat mengikuti program pemeriksaan kesehatan gratis tersebut.
Apresiasi itu disampaikan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus saat rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI yang disiarkan melalui kanal YouTube TVR Parlemen, Selasa (9/6).
BACA JUGA:Tiket Nobar Piala Dunia di Grand Artos Magelang Mulai Rp30.000, Sudah Free Minuman
Benjamin menyebut, program CKG hingga saat ini telah menjangkau hampir 42,3 juta penduduk di 38 provinsi. Dari total pendaftar sebanyak 43.660.900 orang, sebanyak 42.291.657 orang telah hadir dan mendapatkan layanan kesehatan.
"Saya perhatikan jumlah tertinggi tetap di Jawa Tengah. Artinya edukasi ke masyarakat di Jawa Tengah sudah cukup baik karena sudah 10 juta orang lebih terlayani," katanya.
Ia membandingkan capaian Jawa Tengah dengan provinsi besar lain di Pulau Jawa. Di mana Jawa Timur tercatat melayani sekitar 6,8 juta orang, sedangkan Jawa Barat sebanyak 5,2 juta orang.
"Artinya CKG ini di Jawa Tengah berjalan dengan baik," ungkapnya.
BACA JUGA:Temukan Atap Bangunan Nyaris Ambruk, Walikota Magelang Bantu Rp20 Juta Rehabilitasi PAUD Setyo Rini
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, Pemprov Jateng terus berkomitmen mendukung pelaksanaan program CKG.
Salah satunya melalui program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang menjadi program prioritas bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.
Melalui program tersebut, dokter spesialis diterjunkan langsung ke wilayah desa untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat, sekaligus terintegrasi dengan pelaksanaan CKG.
"Secara tidak langsung, dokter spesialis bisa mendeteksi dan mengantisipasi sejak dini. Layanan itu tidak dipungut biaya alias gratis. Ini akan terus kita lakukan dan jadikan role model pelayanan kesehatan berbasis desa," ujar Ahmad Luthfi di Semarang, Rabu (10/6).
BACA JUGA:Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta Seluruh Pemda Petakan Potensi Ekonomi Kreatif
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres