Museum Kretek Kudus: Menjadi Salah Satu Latar Film Gadis Kretek Yang Menarik Dikunjungi!

Museum Kretek Kudus: Menjadi Salah Satu Latar Film Gadis Kretek Yang Menarik Dikunjungi!

Museum kretek menjadi lokasi syuting film Gadis Kretek yang tengah viral--mupi on X

MAGELANGEKSPRES -- Museum Kretek yang berlokasi di di Jl. Getas Pejaten No.155, Getas Pejaten, Kec. Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, ini memiliki daya tarik tersendiri dan tengah ramai diperbincangkan karena menjadi salah satu lokasi syuting pembuatan film Gadis Kretek.

Film ini diketahui diangkat dari novel karya karya Ratih Kumala yang mengisahkan tentang latar belakang industri kretek pada tahun 1960-an, dibintangi oleh beberapa artis ternama seperti Dian Sastrowardoyo, Ario Bayu, Putri Marino, Arya Saloka, dan aktor lainnya.

Film dengan alur yang tak tertebak, adegan yang diperankan dengan sempurna dan latar waktu dan tempat yang terbilang klasik membuat para penonton ramai memperbincangkan film hits ini di media sosial.

Dari Kepala UPTD Museum dan Taman Budaya Kudus, yakni Bapak Sudarman mengatakan bahwa syuting film Gadis Kretek yang berada di Museum Kretek dilakukan selama tiga hari pada bulan Agustus tahun 2022 lalu.

BACA JUGA:Wisata Labuan Bajo: Gerbang Menuju Keindahan Alam yang Menakjubkan!

Adegan film Gadis Kretek yang berlatar Museum Kretek dapat dilihat dalam penggalan cerita ketika Lebas yang diperankan oleh Arya Saloka bertemu dengan Arum, yang diperankan oleh Putri Marino yang sedang mencari sosok perempuan dari foto yang ia bawa dari Romo, orang tua Lebas.

Dari pertemuan keduanyalah yang membuat Jeng Yah, sosok perempuan yang ada di dalam foto genggaman Lebas terungkap berkat peninggalan beberapa surat lama yang ada di ruangan tersebut.

Untuk sejarah dari Museum Kretek ini sendiri  tidak terlepas dari sosok Haji Djamhari, dia merupakan salah satu alasan ditemukannya kretek pada masa itu.

Diketahui Haji Djamhari menderita sakit sesak nafas, lalu dia biasanya menggunakan obat-obatan tradisional berupa minyak cengkeh yang dioleskan di dada dan tubuhnya.

BACA JUGA:Benteng Duurstede Maluku: Wisata Benteng Duurstede Terbalut Sejarah yang Unik!

Obat tradisional tersebut mampu meredakan sesak nafas yang dialaminya, kemudian pada suatu hari dia berinisiatif menghaluskan cengkeh, dicampur dengan tembakau, dilinting menggunakan "klobot” atau disebut juga kulit jagung.

Kemudian diikat dengan benang lalu dibakar dan dihisap.

Dari pembakaran tersebut kemudian muncul bunyi ‘kemretek’ atau terdengar seperti ‘kretek..kretek..’ yang akhirnya menjadi asal usul kretek pada masa itu.

Dilansir dari berbagai sumber, Museum Kretek ini kita diperkenalkan sejarah tentang kretek hingga proses produksi rokok kretek itu sendiri, mulai dari segi pembuatan secara manual sampai menggunakan teknologi modern.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: