Kompor Raksasa Kota Magelang, Bangunan Heritage yang Punya Sirine di Puncaknya

Water Toren atau kompor raksasa di Alun alun Magelang yang menjadi landmark kota ini telah berusia 103 tahun-INSTAGRAM-@jokojendul
BACA JUGA:Sudah Berdiri 100 Tahun Lebih, Kompor Raksasa Kota Magelang Ternyata Memiliki Cerita Suram
Pembangunan water toren dirancang oleh arsitektur Belanda, Herman Thomas Karsten.
Di dalam bangunan terdapat pilar-pilat yang berfungsi menghubungkan antara bangunan atas dan tempat menampung air.
Selain pilar yang berjumlah 32, juga ada tangga melingkar yang terlihat dari luar seperti tiang beton dengan diameter 3 meter.
BACA JUGA:Perbaikan Pipa PDAM Kota Magelang Berhasil, Pasokan Air Wilayah Magelang Utara Normal Kembali
Selain itu, di dalam bangunan tersebut terdapat tangga dengan tiga tingkat yang terdiri dari 18 anak tangga.
Tangga ini dibangun untuk menghubungkan lingkaran bawah dengan lingkaran di atasnya.
Selanjutnya, di bagian atas tempat penampungan air juga terdapat ruang kecil dan menara yang berfungsi sebagai sirene.
BACA JUGA:Kota Tuanya Magelang: Mengulik Perumahan Belanda di Kampung Kwarasan yang Masih Ada Hingga Saat Inii
Di lingkaran sebelah atas inilah, air yang berasal dari sumber air di Bandongan, Magelang ditampung.
Selain itu ada sebuah ruang yang hampa yang difungsikan untuk mengatur tekanan air.
Setidaknya ada 3 alat pengontrol air yang berfungsi sebagai mesin pemompa guna mendistribusikan air bersih ke rumah-rumah warga.
BACA JUGA:Sejarah Kota Tua Magelang, Kota Wisata yang Tak Sekadar Instagramable
Rupanya, ketiga mesin pemompa itu masih bertahan hingga kini.
Mesin pompa itu dibuat pabrik Schafter dan Budenberg (Jerman) dan Ruhaak & Co (Belanda).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: magelang ekspres