Anggota MPR RI KH Muslich ZA: Kebangsaan Indonesia bagian Kemanusiaan Universal

Anggota MPR RI KH Muslich ZA: Kebangsaan Indonesia bagian Kemanusiaan Universal

EMPAT PILAR. Anggota MPR RI KH Muslich Zainal Abidin (ZA) saat Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI di Magelang.--

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.DISWAY.ID - Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dalam Pancasila tak luput dari pembahasan dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Magelang, Jawa Tengah yang disampaikan Anggota MPR RI KH Muslich Zainal Abidin (ZA).

Dikatakan sila tersebut menegaskan kebangsaan Indonesia merupakan bagian dari kemanusiaan universal. Yang dituntut mengembangkan persaudaraan dunia berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan yang berkeadilan dan berkeadaban.

“Kemanusiaan berasal dari kata manusia. Yaitu, makhluk yang berbudaya dengan memiliki potensi pikir, rasa, karsa, dan cipta. Karena potensi seperti yang dimilikinya itu manusia tinggi martabatnya,” katanya, Ahad 30 Juli 2023.

Dengan budi nuraninya, lanjutnya, manusia menyadari nilai-nilai dan norma-norma. Kemanusiaan terutama berarti hakikat dan sifat—sifat khas manusia sesuai dengan martabatnya.

“Adil berarti patut, tidak memihak atau berpegang pada kebenaran,” tandas Muslich yang juga Anggota DPR RI Komisi VIII.

Dijelaskan, keputusan dan tindakan didasarkan pada suatu objektivitas, tidak pada suatu subjektifitas. Di sinilah yang dimaksud dengan wajar atau sepadan. Beradab kata pokoknya adab, sinonim dengan sopan, berbudi luhur, susila.

“Beradab artinya berbudi luhur, norma dan kesusilaan umum, baik terhadap diri pribadi, sesama manusia maupun terhadap alamdan hewan,” jelasnya.

Politisi PPP ini menegaskan, kemanusiaan yang adil dan beradab adalah akhlak mulia yang dicerminkan dalam sikap dan perbuatan manusia yang sesuai dengan kodrat, hakikat, dan martabat manusia.

“Potensi kemanusiaan tersebut dimiliki oleh semua manusia, tanpa kecuali. Mereka harus diperlakukan sesuai dengan nilai- nilai kemanusiaan, sesuai dengan fitrahnya, sebagai makhluk Tuhan yang mulia,” jelasnya.

Kemanusiaan yang adil dan beradab, katanya, diejawantahkan dalam implementasi hak dan kewajiban asasi manusia serta komitmen terhadap penegakan hukum.

“Berdasarkan sila kemanusiaan yang adil dan beradab, kebangsaan yang kita kembangkan bukanlah kebangsaan yang menyendiri, bukan chauvinism (mengagungkan kesukuan/kedaerahan), melainkan kebangsaan yang menuju kepada kekeluargaan bangsa-bangsa,” bebernya.

Dalam sosialisasi tersebut, Empat Pilar MPR RI yang dimaksud adalah Empat Pilar yang dimaksud adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Kesempatan tersebut dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan. (rls/adv)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: